Contoh Email Follow Up Setelah Interview
Kapan kirim email terima kasih, berapa lama menunggu sebelum follow up, apa isinya kalau belum ada kabar, plus tiga contoh email yang bisa disesuaikan.
Kebanyakan kandidat selesai interview lalu cuma menunggu. Padahal email follow up yang singkat dan dikirim di waktu yang tepat punya tiga fungsi: berterima kasih kepada interviewer, mengingatkan mereka pada poin terkuatmu selagi keputusan belum diambil, dan menunjukkan profesionalisme yang akan mereka dapatkan kalau merekrutmu. Email ini tidak akan menyelamatkan interview yang buruk, tapi di antara dua kandidat yang bersaing ketat, email ini bisa jadi penentu. Kuncinya ada di timing dan isi yang singkat.
Email terima kasih: dalam 24 jam
Kirim email terima kasih di hari yang sama atau di hari kerja berikutnya. Tujukan ke orang yang mewawancaraimu dan sebut namanya. Kalau interviewer-nya lebih dari satu, kirim catatan singkat ke masing-masing, atau satu email ke rekruter yang menyebut nama mereka semua. Ucapkan terima kasih atas waktunya, sebut satu hal spesifik dari obrolan tadi (proyek yang mereka ceritakan, atau tantangan yang sedang dihadapi tim), lalu hubungkan dengan satu hal yang bisa kamu bawa. Cukup empat atau lima kalimat. Di Indonesia, wajar menulis dalam bahasa Inggris untuk posisi di perusahaan multinasional dan perusahaan teknologi, dan dalam bahasa Indonesia formal untuk banyak perusahaan lokal. Ikuti bahasa yang dipakai saat interview.
Contoh 1: email terima kasih setelah interview
Subjek: Terima kasih atas interview posisi [Posisi]. Yth. Bapak/Ibu [Nama], terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbincang dengan saya hari ini mengenai posisi [Posisi]. Saya sangat senang mendengar penjelasan tentang [topik spesifik dari interview]. Hal tersebut semakin menguatkan minat saya pada posisi ini, dan saya yakin pengalaman saya di [keahlian atau hasil yang relevan] dapat membantu tim [tujuan yang mereka sebutkan]. Jika ada hal lain yang Bapak/Ibu perlukan dari saya, silakan kabari saya. Hormat saya, [Nama kamu].
Kapan follow up kalau belum ada kabar
Kalau interviewer sudah bilang kapan kamu akan mendapat jawaban, tunggu sampai tanggal itu lewat, lalu tambah dua atau tiga hari kerja. Kalau mereka tidak memberi timeline, tunggu sekitar satu minggu setelah interview. Setelah itu, kirim satu email singkat yang sopan untuk menanyakan status prosesnya. Kalau masih belum ada balasan, follow up kedua satu atau dua minggu kemudian masih wajar. Setelah itu, berhenti: satu email terima kasih dan dua follow up adalah batasnya, sebelum kegigihanmu malah jadi nilai minus. Sambil menunggu, terus lamar ke tempat lain. Jangan pernah menghentikan pencarian kerja demi satu perusahaan.
Contoh 2: follow up pertama
Subjek: Follow up interview posisi [Posisi] pada [tanggal]. Yth. Bapak/Ibu [Nama], semoga Bapak/Ibu dalam keadaan baik. Saya ingin menindaklanjuti interview saya untuk posisi [Posisi] pada [tanggal]. Saya masih sangat tertarik dengan posisi ini dan dengan [tujuan atau proyek perusahaan]. Apakah Bapak/Ibu berkenan memberikan informasi terbaru mengenai timeline tahap selanjutnya? Sekali lagi terima kasih atas waktunya. Hormat saya, [Nama kamu].
Contoh 3: follow up kedua, tetap membuka peluang
Subjek: [Posisi], menanyakan kabar proses seleksi. Yth. Bapak/Ibu [Nama], saya ingin menanyakan sekali lagi mengenai posisi [Posisi]. Saya memahami bahwa keputusan rekrutmen membutuhkan waktu. Jika posisi ini sudah terisi, saya akan sangat menghargai jika diberi kabar, dan saya dengan senang hati ingin dipertimbangkan untuk lowongan lain di [Perusahaan] di masa mendatang. Hormat saya, [Nama kamu]. Versi ini memberi rekruter cara mudah untuk membalas meskipun kabarnya kurang baik, dan justru kabar buruk itulah yang sering membuat mereka tidak membalas sama sekali.
Kesalahan yang sering terjadi
Menulis email panjang yang mengulang argumen seluruh interview. Mengirim follow up sehari setelah email terima kasih. Follow up lewat WhatsApp atau telepon padahal rekruter selama ini hanya pakai email. Copy-paste email yang sama ke semua interviewer. Terdengar tidak sabar ('Saya belum juga mendapat kabar ...'). Dan yang paling sering: lupa follow up sama sekali karena kamu sudah tidak ingat interview di perusahaan mana dan kapan.
Pantau jadwal follow up dengan Apto
Application tracker di Apto menyimpan semua lamaranmu di satu tempat, lengkap dengan tahap dan tanggalnya, dan memberi tanda saat follow up sudah waktunya: seminggu setelah kamu melamar, lima hari setelah phone screen, dan dua hari setelah interview. Saat waktunya tiba, Apto membuatkan draf email follow up singkat berdasarkan posisi dan perusahaannya, yang bisa kamu edit lalu kirim sendiri. Tidak ada lagi lupa sedang menunggu kabar dari siapa.
Langsung praktikkan
Sesuaikan CV kamu dengan lowongan apa pun dalam 3 menit. Gratis untuk mulai — 10 token saat daftar.
Coba Gratis