Semua artikel
Untuk HR30 Oktober 20265 menit baca

Cara Menulis Job Description yang Menarik Kandidat

Panduan menulis job description untuk HR: judul jelas, tanggung jawab dan syarat, rentang gaji, kerja remote/hybrid, bahasa inklusif, dan kesalahan umum.

Job description adalah kesan pertama kandidat terhadap perusahaan Anda. Iklan lowongan yang kabur, terlalu panjang, atau penuh syarat yang tidak realistis membuat kandidat bagus melewatinya, sementara pelamar yang kurang cocok tetap mengirim lamaran. Sebaliknya, job description yang jelas membantu kandidat menilai dirinya sendiri sebelum melamar, sehingga lamaran yang masuk lebih relevan dan proses screening lebih ringan. Berikut langkah-langkah menulisnya.

1. Gunakan judul posisi yang jelas dan umum dicari

Kandidat mencari lowongan dengan kata-kata yang mereka kenal. Judul kreatif seperti 'Marketing Ninja' atau 'Growth Hero' mungkin terdengar menarik di internal, tetapi jarang diketik di kolom pencarian. Pakai judul yang lazim di pasar, misalnya Digital Marketing Specialist, Staf Admin Gudang, atau Senior Backend Engineer. Cantumkan level senioritas bila relevan, dan hindari menumpuk beberapa peran dalam satu judul. Jika satu posisi memang mencakup dua fungsi, jelaskan di bagian deskripsi, bukan di judul.

2. Pisahkan tanggung jawab dan syarat

Banyak iklan lowongan mencampur apa yang akan dikerjakan dengan apa yang harus dimiliki kandidat. Pisahkan keduanya. Bagian tanggung jawab menjelaskan pekerjaan sehari-hari dan hasil yang diharapkan, ditulis dengan kata kerja aktif, misalnya mengelola kampanye iklan berbayar dengan anggaran bulanan atau menyusun laporan stok mingguan. Bagian syarat menjelaskan pengalaman, pendidikan, dan keterampilan yang dibutuhkan. Lima sampai sepuluh poin tanggung jawab biasanya sudah cukup untuk memberi gambaran utuh. Mulailah deskripsi dengan konteks singkat tentang tim atau produk, agar kandidat paham mengapa posisi ini ada.

3. Bedakan keterampilan wajib dan keterampilan nilai tambah

Daftar syarat yang terlalu panjang adalah salah satu penyebab utama kandidat bagus tidak melamar. Banyak orang, terutama yang lebih berhati-hati dalam menilai diri sendiri, mundur jika merasa tidak memenuhi semua poin. Karena itu, bagi syarat menjadi dua kelompok. Keterampilan wajib adalah hal yang benar-benar diperlukan sejak hari pertama. Keterampilan nilai tambah adalah hal yang menyenangkan untuk dimiliki tetapi bisa dipelajari. Dengan pemisahan ini, kandidat yang memenuhi semua syarat wajib tetapi belum semua nilai tambah tetap merasa layak melamar, dan Anda punya dasar yang jelas untuk menyaring lamaran nanti.

4. Cantumkan rentang gaji dan pola kerja

Gaji adalah salah satu informasi yang paling dicari kandidat. Mencantumkan rentang gaji membantu kandidat menyaring diri sejak awal, sehingga Anda tidak menghabiskan waktu wawancara dengan orang yang ekspektasinya jauh berbeda. Jika kebijakan perusahaan belum memungkinkan menampilkan angka, setidaknya jelaskan komponen lain seperti tunjangan atau bonus. Sama pentingnya, sebutkan pola kerja dengan tegas: kerja di kantor, hybrid, atau remote penuh. Untuk hybrid, jelaskan berapa hari di kantor dan di kota mana. Ketidakjelasan soal lokasi dan pola kerja sering baru terungkap di tahap wawancara dan membuang waktu kedua pihak.

5. Gunakan bahasa yang inklusif

Pilihan kata memengaruhi siapa yang merasa diundang untuk melamar. Hindari syarat yang tidak berhubungan dengan kemampuan kerja, seperti batas usia yang sempit, status pernikahan, agama, suku, atau penampilan fisik, kecuali benar-benar diwajibkan oleh sifat pekerjaan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ganti frasa seperti 'berpenampilan menarik' dengan uraian kemampuan yang dibutuhkan, misalnya 'mampu melayani pelanggan dengan ramah dan profesional'. Gunakan bahasa yang netral gender dan hindari jargon internal yang hanya dipahami karyawan lama. Jika perusahaan terbuka bagi penyandang disabilitas atau menawarkan fleksibilitas, sampaikan secara eksplisit.

6. Kesalahan umum yang perlu dihindari

Beberapa kesalahan sering muncul berulang. Menyalin job description lama tanpa memperbarui tanggung jawab yang sudah berubah. Meminta pengalaman bertahun-tahun untuk posisi entry level. Menumpuk daftar alat dan teknologi yang sebenarnya tidak dipakai tim. Tidak menyebutkan tenggat lamaran atau tahapan seleksi, sehingga kandidat tidak tahu kapan harus menunggu kabar. Menulis deskripsi yang terlalu panjang hingga informasi penting tenggelam. Sebelum menayangkan lowongan, minta hiring manager membaca ulang dan tanyakan satu hal sederhana: apakah kandidat ideal kita akan mengenali dirinya di iklan ini?

7. Bagaimana Apto for Business membantu

Apto for Business menyediakan formulir lowongan yang mengikuti struktur di atas. Anda mengisi judul, deskripsi, tanggung jawab, dan syarat sebagai bagian terpisah, lalu menambahkan keterampilan wajib dan keterampilan nilai tambah dalam dua daftar berbeda. Ada kolom rentang gaji minimum dan maksimum beserta mata uang dan periodenya, pilihan pola kerja di kantor, hybrid, atau remote, rentang pengalaman, serta tenggat lamaran. Jika Anda ingin titik awal yang cepat, generator job description berbasis AI dapat menyusun draf deskripsi, tanggung jawab, syarat, keterampilan wajib dan nilai tambah, serta tiga sampai empat pertanyaan screening yang disesuaikan dengan judul, senioritas, jenis pekerjaan, dan lokasi. Draf ini ditulis dalam bahasa Inggris dan dirancang untuk tidak menanyakan usia, agama, suku, status pernikahan, atau kesehatan, dan Anda tetap bisa menyunting semuanya sebelum menayangkan. Setelah tayang, setiap lowongan memiliki satu tautan publik yang bisa Anda bagikan di WhatsApp, LinkedIn, grup kampus, atau halaman karier sendiri, dan kandidat bisa melamar cukup dengan nama, email, dan CV tanpa membuat akun.

Rekrut lebih cepat dengan Apto for Business

Saring pelamar dengan skor kecocokan AI, kirim tes online dan interview AI dari satu workspace.

Lihat Apto for Business