Cara Menulis Cover Letter yang Dibaca HRD + Contoh
Banyak pelamar melewatkan cover letter atau copy-paste surat yang sama. Ini cara menulis cover letter yang spesifik dan dibaca HRD, plus contohnya.
Cover letter adalah bagian lamaran kerja yang paling sering disalahpahami di Indonesia. Banyak kandidat tidak menulisnya sama sekali ('kan opsional'). Yang lain menulis surat generik yang sama untuk setiap posisi ('Saya adalah profesional yang berdedikasi dan mencari kesempatan yang menantang...'). Dua-duanya menyia-nyiakan satu-satunya bagian lamaran yang memungkinkan kamu bicara langsung ke hiring manager sebelum bertemu mereka.
Apakah perusahaan di Indonesia benar-benar membaca cover letter?
Tergantung perusahaan dan posisinya. Untuk posisi senior dan industri yang mengandalkan relasi (konsultan, perbankan, FMCG, dan sektor yang dekat dengan pemerintahan), cover letter dibaca dengan saksama. Di perusahaan teknologi dengan volume pelamar tinggi (misalnya Shopee, Tokopedia), ada screening ATS dulu sebelum ada manusia yang membaca apa pun, jadi cover letter-mu mungkin baru dibaca di tahap kedua. Saran kami: tulis cover letter yang bagus kalau memang diminta, atau kalau posisinya senior atau bergantung pada relasi. Untuk lamaran ke perusahaan teknologi dengan volume tinggi, utamakan kualitas CV dulu.
Struktur cover letter 4 paragraf
Paragraf 1 (2 sampai 3 kalimat): Posisi apa yang kamu lamar, dan kenapa perusahaan ini? Sebut sesuatu yang spesifik, misalnya produk, inisiatif, atau momen dalam sejarah perusahaan yang benar-benar relevan buatmu. Jangan buka dengan 'Dengan hormat, bersama surat ini saya bermaksud melamar...'. Mulailah dengan alasan kamu tertarik. Paragraf 2 (3 sampai 4 kalimat): Pencapaianmu yang paling relevan untuk posisi ini. Bukan daftar keahlian, tapi satu contoh spesifik dengan angka yang langsung menjawab kebutuhan utama posisi tersebut. Paragraf 3 (2 sampai 3 kalimat): Apa yang akan kamu bawa, yang spesifik untuk tantangan posisi ini sekarang. Untuk ini kamu perlu riset tentang perusahaannya. Paragraf 4 (1 sampai 2 kalimat): Penutup yang jelas. Ucapkan terima kasih, sampaikan kesediaan untuk berdiskusi, lalu selesai.
Yang harus dibuang dari setiap cover letter
Buang: 'Saya adalah pribadi yang berdedikasi, bersemangat, dan pekerja keras yang...' (semua orang menulis ini). Buang: menceritakan ulang CV dalam bentuk paragraf (mereka bisa baca CV-mu). Buang: ekspektasi gaji, kecuali memang diminta. Buang: tujuan karier apa pun yang tidak berhubungan dengan kebutuhan perusahaan. Buang: paragraf tentang bagaimana posisi ini akan membantumu berkembang (perusahaan ingin tahu apa yang kamu bawa, bukan apa yang kamu dapat). Buang: kalimat apa pun yang diawali 'Saya yakin...' lalu diikuti sesuatu yang tidak bisa kamu buktikan.
Contoh cover letter: posisi product manager di perusahaan teknologi Indonesia
Subjek: Lamaran Senior Product Manager, Payments (Jakarta). Saya sudah memakai produk pembayaran [Perusahaan] sejak peluncuran [fitur spesifik], dan keputusan UX untuk [hal spesifik yang kamu perhatikan] adalah jenis product thinking yang ingin saya jadi bagian di dalamnya. Saya melamar untuk posisi Senior Product Manager, Payments. Di [Perusahaan Sebelumnya], saya memegang redesign alur checkout yang menurunkan payment drop-off sebesar 23% dan menaikkan transaksi pertama yang berhasil sebesar 18%, pendorong retensi terbesar kami di kuartal itu. Saya memimpin proyek ini lintas tim engineering, desain, dan compliance di tengah perubahan regulasi yang signifikan. Saya tahu tim Anda sedang berekspansi ke pembayaran merchant berbasis QR. Saya pernah menjalankan proyek infrastruktur serupa dari nol dan bisa membawa pengalaman yang relevan dalam membangun alur pembayaran yang patuh regulasi di Indonesia. Saya akan senang sekali mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang kontribusi yang bisa saya berikan. Terima kasih atas waktu Anda.
Langsung praktikkan
Sesuaikan CV kamu dengan lowongan apa pun dalam 3 menit. Gratis untuk mulai — 10 token saat daftar.
Coba Gratis